Noerul Ikmar, S.KM
Kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi atau rendah dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan. Kadar gula darah tinggi, umumnya terjadi pada orang yang menderita Diabetes Melitus. Kondisi diabetes melitus membuat jumlah gula yang ada dalam aliran darah sangat tinggi karena sel-sel tubuh tidak mampu memanfaatkan gula tersebut. Proses pemanfaatan gula oleh sel-sel membutuhkan bantuan insulin. Apabila kadar insulin pada individu yang mengalami Diabetes Melitus rendah, maka gula tidak dapat masuk ke dalam sel, sehingga akan tetap beredar dalam jumlah besar di dalam plasma darah.
Pemeriksaan HbA1C merupakan analisis darah yang berfungsi sebagai penunjuk untuk memantau tingkat gula darah dalam jangka panjang, diagnosis, penetapan prognosis, serta pengelolaan individu yang mengalami Diabetes Mellitus. Melalui pengukuran glycohaemoglobin, kita dapat mengetahui seberapa besar persentase hemoglobin yang terikat dengan gula selama tiga bulan terakhir. Jangka waktu tersebut sejalan dengan masa hidup sel darah merah, yang berlangsung sekitar 90 hari. Ini adalah alasan mengapa HbA1c sering dianggap rapor rata-rata kadar gula darah selama periode waktu tersebut.
Apa Perbedaan Tes HbA1c dengan Tes Gula Darah Biasa?
Kita seringkali mendengar istilah pemeriksaan gula darah yang juga dikenal sebagai glukosa darah, tetapi penting untuk memahami perbedaannya dengan tes HbA1c. Pengujian gula darah hanya memberikan informasi tentang kadar gula saat sampel diambil, sedangkan HB1Ac dapat menunjukkan nilai rata-rata kadar gula darah dalam periode tiga bulan terakhir, yang bisa dimanfaatkan oleh dokter untuk memantau pengendalian gula darah. Kedua pemeriksaan ini tentu saling mendukung dalam manajemen penyakit diabetes.
Apakah Pemeriksaan HbA1c Harus Puasa?
Pemeriksaan HbA1c tidak dipengaruhi oleh fluktuasi kadar glukosa yang bersifat sementara, seperti setelah makan makanan manis. Itulah sebabnya puasa sebelum tes HbA1c tidak diperlukan. Sebaiknya, pemeriksaan ini dilakukan di pagi hari karena kadar glukosa dalam darah cenderung lebih rendah pada waktu itu. Namun, penting untuk dicatat bahwa tes ini tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis semua tipe atau kondisi diabetes tertentu, seperti diabetes gestasional dan gejala diabetes yang baru muncul kurang dari dua bulan.
Mengetahui Hasil Pemeriksaan Kadar HbA1c
Memahami nilai normal dari tes HbA1c adalah kunci untuk mengetahui tindakan selanjutnya. Hasil pemeriksaan akan tertulis dalam persentase yang menunjukan kondisi tertentu seperti berikut ini:
- Normal : jumlah HbA1c di bawah 5,7%
- Prediabetes : jumlah HbA1c antara 5,7–6,4%
- Diabetes : jumlah HbA1c mencapai 6,5% atau lebih
Semakin tinggi jumlah HbA1c berarti semakin banyak hemoglobin yang berikatan dengan glukosa. Hal ini berarti terdapat gula darah tinggi. Jika jumlah HbA1c melebihi 8%, dicurigai seseorang mengalami diabetes yang tidak terkontrol dan berisiko mengalami komplikasi.
Jangan Pakai Perkiraan, Hasil Tes Perlu Interpretasi Dokter
Pengukuran kadar HbA1c dapat menjadi alat penting dalam pengendalian diabetes. Hasil HbA1c adalah ukuran yang krusial dalam pengelolaan diabetes, namun ini seharusnya tidak dijadikan satu-satunya acuan. Maka diperlukan sesi khusus untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan profesional kesehatan, seperti dokter dan ahli gizi yang dapat memberikan bantuan dalam memahami nilai HbA1c dan memilihkan perawatan yang tepat. Sebagai contoh, hasil HbA1c 6,3% bisa bermakna berbeda pada tiap orang. Pada orang sehat tanpa gejala dan pola makan sehat, hasil tersebut bisa menunjukkan indikasi awal resistensi insulin. Sedangkan hasil 6.3% pada pasien dengan hipertensi dan obesitas, mengindikasikan adanya risiko tinggi diabetes dan komplikasi kardiovaskular. Konsultasi dengan dokter membantu menentukan langkah pencegahan terbaik, mulai dari perubahan gaya hidup hingga evaluasi medis lanjutan.
Menurunkan Kadar HbA1c Bukan Hal Mustahil
Pertanyaan lain yang mungkin muncul adalah apakah nilai HbA1c dapat diturunkan atau dikendalikan? Jawabannya, tentu saja bisa. Nilai HbA1c dapat diturunkan atau dikendalikan. Mengendalikan kadar HbA1c bukan hanya tentang mengatur gula darah tetapi juga merupakan tindakan krusial untuk melindungi jantung serta sistem pembuluh darah. Untuk menurunkan kadar HbA1c membutuhkan perubahan gaya hidup yang konsisten. Berikut beberapa cara menurunkan HbA1c:
- Olahraga secara teratur;
- Memperhatikan pola makan;
- Menaati jadwal rencana pengobatan/terapi;
- Memantau kadar gula darah rutin.
Sumber Gambar:
Referensi:
Baihaki, I. (2025). Pemeriksaan Hba1c Sebagai Prediktor Deteksi Dini Prediabetes Pada Lansia Di Posyandu Lansia Rw. 07 Kelurahan Cililitan. SEGARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 40-48.