Awal Bulan Mei ini banyak pemberitaan di media tentang Hantavirus, sebagian orang akan bertanya apa itu Hantavirus dan virus apalagi itu? Hantavirus adalah virus dari keluarga Hantaviridae yang ditularkan terutama melalui hewan pengerat seperti tikus yang terinfeksi Hantavirus. Sebenarnya Hantavirus telah ada di Indonesia sejak tahun 1980, meskipun sudah lama Hantavirus Kembali menjadi sorotan setelah ditemukan penyebaran yang signifikan dalam kurun Tahun 2024 hingga awal 2026 dengan jumlah kasus sebanyak 23 kasus positif dan 3 kematian. Berdasarkan konfirmasi WHO (World Health Organization) pada tanggal 4 Mei 2026, ada 3 orang meninggal di kapal pesiar Atlantik Selatan karena Hantavirus. Virus ini dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, terutama gangguan pada paru-paru dan ginjal.
Cara Penularan
Beberapa cara penularan Hantavirus melalui:
1. Menghirup debu yang tercemar urine atau kotoran tikus
2. Menyentuh benda yang terkontaminasi lalu menyentuh hidung atau mulut
3. Gigitan tikus yang terinfeksi
4. Konsumsi makanan yang telah tercemar urine atau kotoran tikus
Untuk saat ini penularan Hantavirus antar manusia sangat jarang terjadi.
Faktor Risiko
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena Hantavirus
1. Tinggal atau bekerja di lingkungan dengan banyak populasi tikus, misalnya pasar, gudang dan rumah yang tidak bersih
2. Sanitasi lingkungan yang jelek, misalnya banyak sampah terbuka dan sisa-sisa makanan
Gejala
Gejala Hantavirus menyerupai flu, muncul 2-4 Mingggu setelah terpapar virus. Tetapi bisa membunuh dalam 24-48 jam karena pernafasan berat. Beberapa gejala awal Hantavirus:
1. Demam
2. Sakit kepala
3. Nyeri otot
4. Mual dan lemas
5. Antara 4-10 hari kemudian muncul sesak nafas mendadak
Penyakit akibat hantavirus dapat berkembang menjadi kondisi berat seperti Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru atau Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal. Jika tidak segera tertangani akan berakibat buruk bagi penderita.
Pencegahan
Pencegahan dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus. Beberapa hal yang bisa dilakukan:
1. Biasakan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir
2. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar
3. Menutup penyimpanan makanan
4. Tutup lubang agar tikus tidak bisa masuk rumah
5. Menggunakan sarung tangan dan masker ketika bersih-bersih rumah dan lingkungan terutama yang berkaitan dengan tempat kotor yang disinyalir menjadi area hidup tikus
6. Jangan langsung sapu jika ada kotoran tikus, semprot dulu dengan disinfektan misalnya karbol, klorin atau cairan untuk mengepel
Jika merasakan gejala-gejala diatas dan pernah kontak dengan tikus dalam sebulan terakhir, segera periksakan ke fasilitas kesehatan agar segera tertangani. Jangan tunggu sesak nafas dan keadaan tambah parah.
Referensi:
https://infeksiemerging.kemkes.go.id/document/download/Bxo
https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2026-DON599
Sumber Gambar: Freepik