M. Yusuf
Berdasarkan hasil SKI 2023 menunjukkan bahwa setengah dari penduduk Indonesia umur ≥ 3 tahun dalam satu tahun terakhir mengeluh mempunyai masalah gigi dan mulut. Dari 56,9% masyarakat yang mengaku mempunyai masalah kesehatan gigi hanya 11,2% yang berobat ke tenaga medis untuk mengatasi masalah tersebut. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 (Riskesdas 2018) juga menunjukkan bahwa prevalensi karies gigi mencapai 88,80%. Tingginya masalah kesehatan gigi dan mulut ini dipengaruhi beberapa faktor seperti: Perilaku, lingkungan, faktor genetik dan aksesibilitas fasilitas pelayanan kesehatan.
Perilaku dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut memiliki peran penting untuk mempengaruhi status kesehatan gigi dan mulut. Perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang dimaksud adalah perilaku menyikat gigi, perilaku konsumsi makanan, dan kunjungan ke dokter gigi. Apabila perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut kurang baik, maka kecenderungan terjadinya karies dan gigi berlubang semakin besar serta infeksi (pulpitis) sampai ke akar gigi. Bisa juga menderita gingivitis yang menjadi periodontitis.
Keengganan masyarakat untuk periksa dan berobat ke dokter gigi menjadikan banyak masyarakat yang sakit gigi tetapi tidak mendapat pengobatan yang baik dan sering kambuh dengan rasa nyeri yang teramat sangat. Kekambuhan dengan nyeri yang teramat sangat tidak mengenal waktu, kadang pagi, siang bahkan tengah malam ketika sedang tidur. Beberapa orang mengatakan bahwa sakit gigi di malam hari rasanya lebih sakit daripada di siang hari, benarkah hal ini? Beberapa hal yang menyebabkan sakit gigi di malam hari rasanya lebih sakit:
1. Produksi air liur menurun
Produksi air liur turun saat tidur sehingga bakteri lebih berkembang sehingga peradangan pada gigi dan gusi meningkat, hal ini meningkatkan rasa nyeri
2. Posisi berbaring
Posisi berbaring menyebabkan aliran darah ke kepala meningkat dan terjadi peningkatan tekanan di daerah radang sehingga menyebabkan peningkatan nyeri
3. Tubuh lebih peka terhadap nyeri
Pada malam hari aktifitas manusia cenderung turun, berbeda dengan pagi dan siang hari yang disibukkan dengan kerja, sehingga di malam hari otak lebih fokus dengan sensasi tubuh termasuk nyeri dari radang akibat infeksi
4. Pembengkakan lebih terasa
Saat tidur atau istirahat, cairan lebih berkumpul di daerah peradangan sehingga rasa berdenyut meningkat
5. Kebiasaan Bruxism
Kebiasan menggertakkan gigi pada saat tidur menambah nyeri dan sensitifitas gigi.
Beberapa cara mengurangi nyeri untuk sementara waktu:
1 Tidur dengan kepala agak tinggi
2 Hindari makanan manis, panas dan dingin sebelum tidur
3 Kumur air garam hangat
4 Kompres dingin pipi
5 Konsumsi obat analgesik sesuai anjuran
6 Langkah selanjutnya periksa ke dokter gigi
Anda bisa memanfaatkan layanan kesehatan gigi RS Radjiman Wediodiningrat Lawang. Pendaftaran online: https://daftar.rsjrw.id/ atau informasi lebih lanjut bisa menghubungi nomor Wa 0822 2912 3385.
Referensi:
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. 2023. Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta. Kementerian Kesehatan.
https://repository.unair.ac.id/126616/1/buku.pdf
Sumber gambar: Freepik