Noerul Ikmar, S.KM
Tiroid berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher bawah. Meski ukurannya mungil dengan berat hanya 20-60 gram, perannya bagi tubuh sangatlah vital. Tiroid bisa dikenali dalam bentuk kelenjar. Kelenjar tiroid memiliki fungsi khusus pada sistem endokrin dalam tubuh manusia. Fungsi kelenjar tiroid adalah menghasilkan hormon tiroid sesuai dengan jumlah kebutuhan tubuh, sehingga menjamin pertumbuhan dan perkembangan yang normal.
Hormon tiroid adalah hormon yang terutama bertanggung jawab untuk mengontrol kecepatan metabolisme tubuh. Metabolisme adalah proses kompleks bagaimana tubuh Anda mengubah makanan menjadi energi. Semua sel dalam tubuh membutuhkan energi untuk berfungsi secara normal. Bahkan pada bayi, hormon tiroid sangat penting untuk perkembangan otak.
Hormon tiroid sebenarnya merupakan kombinasi dari dua hormon utama yang dilepaskan kelenjar tiroid yaitu tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3). Keduanya sering disebut secara kolektif sebagai "hormon tiroid". Hal ini dikarenakan T4 sebagian besar tidak aktif, sedangkan T3 merupakan hormon yang aktif. Meskipun tidak aktif, T4 juga berperan dalam fungsi tubuh. Setelah kelenjar tiroid Anda melepaskan T4, organ-organ tertentu dalam tubuh mengubahnya menjadi T3 sehingga dapat mempengaruhi sel-sel dan metabolisme tubuh.
Pengaruh Hormon Tiroid pada Tubuh
Hormon tiroid, baik T3 dan T4, mempengaruhi setiap sel dan semua organ dalam tubuh antara lain:
- Mengatur laju penggunaan kalori sehingga erat kaitannya dengan perubahan berat badan;
- Mempengaruhi kecepatan detak jantung;
- Berkaitan dengan perubahan suhu tubuh;
- Mempengaruhi kecepatan pemrosesan makanan pada saluran pencernaan;
- Mempengaruhi perkembangan otak;
- Mengontrol kontraksi atau pergerakan otot;
- Mengelola pemeliharaan kulit dan tulang dengan mengontrol laju penggantian sel yang mati.
Bagaimana Bila Fungsi Tiroid Terganggu?
Fungsi dari kelenjar tiroid bisa saja bermasalah. Kondisi tersebut dapat ditandai dengan jumlah produksi hormon tiroid, dapat terlalu banyak atau terlalu sedikit. Apabila ada gangguan pada kelenjar tiroid, maka dapat muncul penyakit tiroid. Secara garis besar, penyakit tiroid terbagi menjadi dua kategori utama yaitu Hipertiroidisme dan hipotiroidisme.
Hipertiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh. Sedangkan hipotiroidisme adalah kondisi sebaliknya. Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid tidak mampu memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Selain dua kelompok tersebut, ada gangguan tiroid lainnya seperti penyakit gondok (pembesaran kelenjar tiroid), nodul tiroid (benjolan pada tiroid), dan kanker tiroid. Penyebab penyakit tiroid ini dapat bermacam-macam misalnya akibat gangguan autoimun, kekurangan/kelebihan yodium, paparan zat kimia, perubahan hormon seperti saat hamil, genetik, infeksi virus/bakteri, konsumsi obat-obatan tertentu, serta stres yang kronis.
Tiroid Kunci Metabolisme untuk Pengelolaan Berat Badan
Hormon tiroid memainkan peran kunci dalam mengatur kecepatan metabolisme tubuh. Hormon tiroid bekerja dengan mempengaruhi Basal Metabolic Rate (BMR), yaitu jumlah energi minimal yang dibutuhkan tubuh untuk fungsi dasar saat kondisi istirahat. Kadar hormon tiroid yang tinggi meningkatkan BMR sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan. Sebaliknya, kadar hormon tiroid yang rendah menurunkan BMR, yang mana mengakibatkan lebih sedikit kalori yang terbakar dan berpotensi meningkatkan berat badan. Meskipun hormon tiroid secara signifikan mempengaruhi metabolisme, faktor lain seperti hormon, protein, dan zat kimia juga berkontribusi terhadap perubahan berat badan. Pengobatan untuk ketidakseimbangan hormon tiroid, berguna untuk mengembalikan kadar hormon sesuai kebutuhan tubuh. Pengobatan yang tepat dapat membantu menstabilkan berat badan dan meningkatkan efisiensi metabolisme pada tubuh.
Pentingnya Pemeriksaan Tiroid
Memahami hubungan antara hormon tiroid dan metabolisme sangat penting untuk menjaga kesehatan. Dengan mengenali manfaat hormon tiroid untuk metabolisme, pengelolaan berat badan, dan pengelolaan energi pada tubuh, kita dapat mengambil langkah proaktif untuk mendukung kesehatan.
Tes fungsi tiroid secara teratur dapat membantu mengidentifikasi potensi masalah sejak dini, memungkinkan pengobatan tepat waktu dan peningkatan kualitas hidup. Rutinitas tes pemeriksaan darah khususnya tes TSH (Thyroid Stimulating Hormone) sangat dianjurkan. Tes ini membantu mengetahui apakah kelenjar tiroid bekerja dengan normal atau mengalami gangguan.
Sumber Gambar:
https://www.freepik.com/free-vector/hand-drawn-flat-design-thyroid-illustration_22753280.htm
Referensi:
Arsana, I. N. (2023). Peran Hormon Tiroid Dalam Proses Metabolisme. Jurnal Widya Biologi, 14(01), 47-55.